Puisi Malam

aku keluar
bila mentari tiada
bila bulan jujur menjerit
pabila gelap mendakapi jiwa
aku pun berhenti
tiada onar
tiada sahutan
hanya impian

suatu detik
antara masa dan harapan
bagai durjana gemilang memanggil pautan
aku berjuang sepi
melintasi perigi lautan
kering
tapi embun penyeri sisipan kehijauan
dan kesejukan

malam yang kabut
gelap lagi putih
api hati memberontak hilir
basah
panas
aku inginkan gelaran
ruangan untuk meraung
selingan hingga sebatu
pergilah hai si musang tua
sertailah pautan suara
tiada melodi
tiada bunyi
untuk memori indah yang punah
untuk jiwa raga surutan
untuk surat yang berliku
dan untuk jari yang pura-pura kaku
duduk wahai pujangga malam

nyanyian si melur dewi
bagai puncak mencari bintang
sungai biru
tasik wira berjalan pulang
memecah kaca mengira kekusutan
terlindung disebalik perantaraan
hingga tanjung bertemu rebung
bila sampan dikotori hitam
bila malam menyimpan suasana
bila angin membilang bicara
aku menolak dan melompat
untuk suatu masa
yang telah tiba
baik di sana
tidur yang lena

TheConjurer

About ururu5

I practice Islam, total One Piece fan.. and L'Arc-en-Ciel.. and Arsenal.. and PAS.. and.. im single.. or am i? N.E.S. tolong confirm kan.. I'm left-handed..

Posted on 16th June, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: